Masykur Nilai Pemda Lamban Bangun Huntara

3 min read
0
139

Anak – anak pengungsi saat mengambil air dipengungsian

DONGGALA, SULTENGNEWS.com – Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Masykur menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Donggala lamban menyediakan  pembangunan hunian sementara (Huntara) terhadap warga Desa Lero dan Lero Tatari yang tidak lagi memiliki rumah.

Penilaian tersebut disampaikan Masykur setelah melihat kondisi pengungsian di Kacamatan Sindue  dan bertatap muka langsung dengan warga di sela pelaksanaan Reses bertempat di Posko Pengungsian Lapangan Sanggola Dusun 01 Pompaya Desa Lero (8/11/2018).

Anggota DPRD Sulteng, Muh. Maskur saat melakukan reses ke di Desa Loro, Kabupaten Donggala. FOTO : IST

Kata Masykur, sudah sebulan lebih warga korban bencana alam hidup di tempat pengungsian. Sebanyak ribuan jiwa masih tidur di atas tanah beralaskan tikar dan beratap tenda. Kondisi seperti ini tentunya sudah tidak manusiawi. Adaptasi kemampuan dan daya tahan tubuh ada batasnya. Apalagi ada banyak orang tua dan anak-anak hidup di tenda.  Penyakit sudah pasti kerap datang mengancam.

Tentunya dari aspek kesehatan, ada batas toleransi berapa lama orang dapat hidup dari kondisi seperti itu. Satu bulan itu sudah sangat lama, idealnya paling lama dua minggu. Kalau sudah lebih maka itu artinya ada hak warga korban yang diabaikan, sebut Masykur.

Lebih lanjut Masykur menyampaikan  di masa penetapan status transisi darurat ke pemulihan gempa bumi, tsunami dan likuifaksi selama 60 hari terhitung mulai 27 Oktober hingga 25 Desember 2018, berdasar Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah No.466/425/BPBD/2018 pada 25/10/2018 maka salah satu tugas mendesak Pemda adalah menyediakan Huntara. Tidak ada debat lagi di soal itu. Sebab mau sampaikan kapan lagi warga korban dibiarkan hidup seperti itu. Apakah kita mesti menunggu semua sakit atau tunggu sampai ada yang meninggal. Saya kira, di antara kita tidak ada yang menginginkan seperti itu, desak Masykur.

Olehnya Masykur berharap Pemda segera merealisasikan pembangunan Huntara di Desa Lero dan Lero Tatari di masa transisi darurat ke pemulihan ini. Data terkini yang tercatat di Posko Pengungsian sebanyak 300 Kepala Keluarga Desa Lero dan 200 Kepala Keluarga Desa Lero Tatari hidup di tempat  pengungsian.*/FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Gubernur Putuskan Penundaan Kredit Bank dan Leasing

Ketua Forum Perjuangan Pemutihan Hutang (FPPH) Sulteng, Sunardi Katili bersama para pengur…