Masykur Desak Pemerintah Bangun Huntara Berbasis Pekarangan

3 min read
0
229

PALU, SULTENGNEWS.com – Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulawesi Tengah,  Muhammad Masykur desak pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten kota agar perlu mempertimbangkan banyak aspek  dalam melaksanakan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi warga korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.

Hal tersebut dimaksudkan supaya Huntara dan Huntap yang akan dibangun tidak terkesan mubazir dan sekedar kejar tayang. Ini proyek besar yang sedini mungkin diantisipasi, kata Masykur.

Selain itu, yang utama dan terpenting dari semua itu adalah peruntukannya dapat dinikmati dengan aman dan nyaman bagi mereka yang berhak, katanya.

Menurut Masykur aspek yang harus dipertimbangkan diantaranya adalah partisipasi warga. Ini penting dijadikan pertimbangan utama sebelum terlambat. Sebagai korban, mereka mesti dilibatkan mulai  dalam proses perencanaan, pelaksanaan sampai tahap akhir.  Sebab, program tersebut satu kesatuan dengan pemulihan warga korban pasca bencana gempa, tsunami dan likuifaksi.

“Prinsip dasarnya, pemerintah menempatkan warga tidak semata-mata sebagai korban bencana, namun juga sebagai pelaku aktif dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bersama para pemangku kepentingan lainnya”.

Kata Masykur, sejatinya kita berharap konsepsi dan implementasinya seperti itu. Sebab model pengungsian di lapangan beragam. Ada yang yang terkonsentrasi dalam jumlah besar di lapangan dan masing-masing mendirikan tenda pengungsian di halaman rumah. Sehingga tidak bisa dipukul rata.

Oleh karenanya model pendekatan program pun mesti disandarkan pada konteks dan karakteristik warga korban. Bukan sebaliknya, sekonyong-konyong asal bangun Huntara melalui pendekatan proyek. Jadi baiknya hal tersebut dilihat secara jernih dan utuh agar program di masa pemulihan sukses memulihkan warga korban. Gool besarnya disitu jika ingin disebut Sulteng sudah bangkit, kata Masykur.

“Membangun Huntara di pekarangan rumah warga sama artinya dengan menyandarkan program pemulihan sebagai satu kesatuan tak terpisah dari penanganan pasca bencana menuju Sulteng Bangkit Bersama”.

Seperti diketahui sampai saat sekitar puluhan ribu Kepala Keluarga masih hidup beralaskan tanah dan beratap tenda di halaman rumah karena rumah miliknya tidak layak dan aman lagi dihuni di Kota Palu,  Kabupaten Donggala dan Sigi, tutup Masykur.*/FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Abdul Rifai Bertekad Jadikan Desa Paranggi Maju dan Mandiri

Abdul Rifai (Tengah) diapit oleh empat calon Kepala Desa Paranggi lainnya, saat pencabutan…