Larang LGBT, Negara Ingin Tegakkan Norma di Masyarakat

1 min read
0
132

Keterangan Foto :

Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Muzakir.

JAKARTA, SULTENGNEWS.com – Diaturnya persoalan perkawinan sesama jenis, pencabulan dan lesbian, gay, biseksual, dan transgender dalam revisi KUHP dinilai akan mendapatkan perlawanan dari komunitas tersebut.

Pakar Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Muzakir, meminta, negara tidak tunduk terhadap perlawanan dari kelompok LGBT. “Negara tidak boleh tunduk meski ada resistensi yang tinggi,” kata Muzakir kepada Sindonews, Jumat (26/1/2018).

Muzakir mengatakan ketegasan negara terhadap kelompok menyimpang harus dilakukan seperti melarang perjudian. “Seperti judi, perbuatan yang dilarang tapi masih banyak orang melakukan. Negara tidak boleh tunduk kepada penjudi meski resisten sangat tinggi,” ucap Muzakir.

Pengaturan soal LGBT dalam revisi KUHP, kata Muzakir, merupakan bagian dari upaya negara menegakkan suatu norma di masyarakat. Karenanya, siapapun harus tunduk pada Norma yang telah disepakati bersama.
“Siapapun harus tunduk pada hukum negara. Perbuatan menyimpang itu tercela. Larangan oleh negara sejatinya demi kepentingan masyarakat,” ucap Muzakir. [***]

Sumber : Sindonews

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Imigrasi Berencana Buka Pendaftaran Pembuatan Paspor di Tiap Kecamatan

Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Minggu…