KPU Palu, Beri Perhatian Khusus Pemilih Difabel dan Marginal

3 min read
0
204

PALU, SULTENGNEWS.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, memberikan perhatian khusus kepada para pemilih disabilitas atau yang akrab disebut difabel dan pemilih marginal atau yang terpinggirkan.

Komisioner Devisi Sumber Daya Manusia dan Sosialisasi KPU Palu, Halima kepada media ini mengatakan, ada lima segmen pemilih yang selama ini menjadi perhatian dan sasaran sosialisasi KPU yakni Pemilih Pemula, Keagamaan, Perempuan, Marginal dan Difabel.

“Namun yang lebih mendapat perhatian khusus KPU yakni pemilih marginal dan difabel,” ujar Halima di ruang kerjanya, Rabu (22/11/2017).

Pemilih marginal adalah mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi semisal para pemulung, pengayuh becak atau buruh bangunan yang menyebabkan mereka sedikit minder bergaul dengan masyarakat pada umumnya.

Sedangkan pemilih difabel adalah mereka yang mengalami keterbatasan fisik semisal tuna netra (buta mata), tuna daksa (cacat tubuh), tuna rungu dan tuna wicara (cacat pendengaran dan tidak bisa bicara) dan tuna grahita (cacat mental).

“Kita berikan perhatian khusus dua segmen ini, karena pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 lalu belum memiliki kolom identifikasi khususnya para pemilih difabel. Sementara untuk pemilih marginal, memang agak sulit dideteksi karena tergabung dalam kelompok pekerjaan semisal petani atau buruh,” terangnya.

Perhatian khusus yang akan diberikan kepada para pemilih difabel, misalnya dengan memberikan pendidikan politik yang melibatkan kelompok relawan dari mereka sendiri. Termasuk akses yang mudah bagi mereka ke TPS untuk menyalurkan hak suaranya. Sedangkan pemilih marginal, akan dilakukan pendampingan dengan memberikan pemahaman yang baik kepada kelompok ini agar tidak apatis dan tetap memilih pada saatnya nanti.

Dengan adanya perhatian khusus ini, diharapkan pada Pemilu 2019 mendatang, tingkat partisipasi para pemilih disegmen ini dapat meningkat secara drastis. KPU juga sudah merekrut para relawan yang bertugas memberikan pemahaman kepada para pemilih marginal dan difabel seperti sosialisasi atau pendidikan politik kepada para kelompok ini.

Khusus para pemilih difabel ini, KPU juga sudah bermitra dengan Yayasan Penyandang Disabilitas Indonesia (YPDI) dan organisasi para difabel khusus untuk Pemilu yakni Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD).

“Untuk Pemilu 2019, para pemilih difabel ini akan mendapatkan akses yang baik dalam menyalurkan hak suaranya seperti lokasi TPS yang ramah untuk mereka,” tutupnya. FUL

Load More Related Articles
Load More In Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Gerindra Dituding Ulur – Ulur Pengisian Jabatan Wagub

PALU, SULTENGNEWS.com – Pengisian Jabatan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng yang ditinggalkan…