Kota Palu Peringkat ke-3 Deflasi Tertinggi

3 min read
0
168

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng saat menyampaikan rilis perkembangan ekonomi Sulteng di Kantor BPS Sulteng, Kamis (1/8/2019). FOTO : JABIR MOH. YAMIN

PALU, SULTENGNEWS.com – Kota Palu berhasil menempati peringkat ke-3 deflasi tertinggi baik nasional maupun di kawasan Sulampua, meski daerah ini baru saja dilanda bencana besar pada tahun 2018 lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng yang dirilis pada 1 Agustus 2019, kota yang menempati peringkat pertama deflasi tertinggi adalah Kota Tual yang mengalami deflasi sebesar 1,55 persen. Sementara Kota Gorontalo mengalami deflasi terendah yakni 0,02 persen dan Kota Palu peringkat ke-3 tertinggi.

Kepala BPS Sulteng Faizal Anwar mengatakan, penyebab terjadinya deflasi di Kota Palu disebakan penurunan indeks harga terjadi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,03 persen, diikuti kelompok bahan makanan (0,96 persen), serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,32 persen).

Sedangkan beberapa kelompok pegeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga yakni kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga (1,82 persen), sandang (0,74 persen), kesehatan (0,17 persen), serta makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,01 persen).

“Pada periode yang sama, inflasi year on year Kota Palu mencapai 4,40 persen. Kenaikan indeksi year on year tertinggi terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 9,15 persen. Sedangkan kelompok makanan mengalami kenaikan indeks terendah sebesar 2,60 persen,” jelas Faizal Anwar.

Dikatakan, deflasi Kota Palu sebesar 0,68 persen disumbang oleh kelompok pengeluaran transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,56 persen. Kelompok bahan makanan sebesar 0,20 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,07 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,01 persen, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau di bawah 0,01 persen.

Faizal Anwar menambahkan, dari 82 kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional, sebanyak 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,88 persen dan terendah di Kota Makassar sebesar 0,01 persen.

“Sementara Kota Palu dan Kota Gorontalo mengalami deflasi tertinggi tingkat nasional. Sementara deflasi terendah dialami Kota Gorontalo sebesar 0,02 persen,” tutupnya. FUL

Load More Related Articles
Load More In Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Fais Arfianto : Bisnis Tak Selamanya Harus Bermodalkan Uang

Fais Arfianto saat menjadi narasumber dalam diskusi bisnis di Pinbuk. FOTO : ZAENAL/SN PAL…