Kota Palu Mulai Pulih dan Stabil

5 min read
0
344

Wakil Menteri (Wamen) ESDM, Arcandra Tahar saat meninjau pusat penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kelurahan Loli, Donggala. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.com – Kondisi Kota Palu pasca Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi, perlahan – lahan mulai pulih dan stabil. Beberapa kebutuhan dasar warga seperti listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM), Elpiji, serta kebutuhan energy lainnya sudah mulai stabil.

Hal itu berdasarkan hasil kunungan Wakil Menteri (Wamen) ESDM Arcandra Tahar, Kamis pagi (11/10/2018) di Kota Palu. Kedatangan Arcandra Tahar untuk memastikan pasokan listrik, BBM, Elpiji, dan kondisi kegeologian di wilayah terdampak bencana gempabumi, likuifaksi dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi.

Wamen Arcandra menyampaikan, saat ini 100 persen Gardu Induk dan seluruh penyulang (feeder) di Palu sebanyak 45 penyulang telah berhasil dipulihkan oleh tim gabungan PLN. “Daya mampu pembangkit juga sudah 101 MW, yang berasal dari dua pembangkit” ujar Arcandra saat mengunjungi Gardu Induk Silae, yang kini telah kembali beroperasi.

Arcandra menyebut, 66 genset telah disediakan membantu penerangan di Palu, Sigi dan Donggala dengan masing-masing kapasitas 5,5 kW.

“Kami harapkan bisa segera pulih seperti semula, pasokan listrik 101 MW saat ini diharapkan akan menjadi 125 MW untuk menuju kondisi semula,” lanjut Arcandra.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN Syamsul Huda menyampaikan bahwa pada saat malam, Kota Palu sudah mulai terang semua.

“Dilihat dari atas, sudah terang kalau malam,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, semua ini tidak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh tim gabungan PLN untuk percepatan pemulihan listrik Palu, Donggala dan Sigi.

“Secara sistem, pasokan listrik untuk Palu, Donggala dan Sigi sudah siap untuk kami suplai kembali. Saat ini, kami tengah berfokus untuk secara bertahap memperbaiki jaringan listrik dan gardu distribusi lainnya yang terhubung langsung dengan pelanggan yang memang terdampak cukup parah akibat gempa”, tambahnya.

Pada kunjungan ke Terminal BBM Donggala, Wamen Arcandra Tahar menyampaikan progress pendistribusian BBM di wilayah Palu dan sekitarnya sudah mulai normal kembali.

“SPBU yang operasi sudah 92 persen, 10 SPBU diantaranya bahkan beroperasi 24 jam. Ada tiga SPBU di Palu dan Sigi yang rusak dan akan diperbaiki sesingkat-singkatnya hingga bisa pulih seperti sedia kala,” jelas Arcandra.

Stok BBM hingga hari ini, terpantau aman dan tidak ada antrian. “Stok solar 25 hari, avtur 22 hari, bensin 2 minggu lebih cukup untuk kebutuhan BBM di Palu, Donggala, Sigi” paparnya.

Untuk penyediaan Elpiji, Pertamina mengambil kebijakan untuk agen yang tidak menyalurkan Elpiji 3 kg, kini diperintahkan untuk menyalurkan Elpiji tabung 3 kg juga.

Untuk menambah jaminan pasokan Elpiji, juga dilakukan operasi pasar sebanyak 94 kali sejak 3 Oktober hingga hari ini.

“Total operasi pasar Elpiji sudah  94 kali. Khusus hari ini, sejumlah 31 titik operasi pasar Elpiji juga dilakukan di Palu, Donggala dan Sigi,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wamen Arcandra juga meninjau posko siaga bencana ESDM di Jalan Muhammad Yamin No.25 Palu, yang ikut melakukan evakuasi, medis dan bantuan untuk korban bencana.

Setelah mendapatkan laporan, Arcandra menyampaikan bahwa sebanyak 313 personel ESDM Siaga Bencana yang terdiri dari 200 tim rescue, 15 dokter, 43 paramedis, 30 operator dan 25 supporting tim diturunkan dibantu 40 alat berat untuk evakuasi korban.

“Tercatat sejak 1-10 Oktober 2018, sebanyak 205 jenazah berhasil dievakuasi bersama oleh tim siaga bencana ESDM. Sebanyak 3.289 pasien juga telah tertangani oleh tim medis Siaga Bencana ESDM,” pungkas Arcandra. FUL/*

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Wawali Palu ‘Pasha Ungu’ Nyatakan Siap Mundur

PALU, SULTENGNEWS.com – Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pa…