Korban Likuifaksi Petobo Minta Huntap di Wilayah Petobo Atas

4 min read
0
257

Alat berat yang digunakan warga Petobo untuk melakukan reclaiming lokasi yang mereka rencanakan untuk pembangunan Huntap di Petobo Atas. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ribuan Kepala Keluarga (KK) korban likuifaksi di Kelurahan Petobo, meminta agar di bangunkan Hunian Tetap (Huntap) di daerah Petobo atas tidak jauh dari lokasi Huntara saat ini.




Keinginan ribuan korban likuifaksi untuk dibangunkan Huntap di wilayah mereka, disampaikan Umar H. Pantorano, tokoh pemuda yang juga pimpinan BKM Petobo.

“Berdasar dokumen warga, ratusan hektar tanah di Petobo atas adalah lahan garapan leluhur kami, sampai pada suatu hari di tahun 1992, orang tua kami membagi bentangan 1.600 meter ini menjadi dua yakni 800 meter diberikan kepada warga Desa Ngata Baru, Kabupaten Sigi,” ujar Umar H. Pantorano kepada media ini, Sabtu (16/11/2019).

Lokasi yang sudah dilakukan reclaiming oleh warga Petobo di arel Petobo Atas. FOTO : IST

“Kami paham betul soal asal-usul tanah disini, makanya kami setuju dan sangat berharap Pemerintah segera bangun huntap disini,” sambung Nur Hasan, mantan Lurah Petobo.

Senada dengan keduanya, tokoh pemuda yang juga pendiri Forum Warga Korban Gempa/Likuefaksi Petobo, Mohamad Rino mengatakan, tanah di Petobo atas adalah milik warga Petobo warisan dari nenek moyang mereka.

“Bapak gubernur bahkan sudah membantu warga dengan memerintahkan Kadis PU untuk bantu alat berat untuk lakukan Land-Clearing di 115 Hektar di Petobo atas dan kami swadaya mengerjakannya lebih dari 2 bulan,” ujar Mohamad Rino.

Oleh karena itu, berdasarkan kesepakatan para totua adat Petobo, tokoh – tokoh agama dan seluruh lapisan penyintas di Petobo, sepakat pada hari ini, Sabtu (16/11/2019) mulai melakukan reclaiming untuk menegaskan kembali bahwa lahan di Petobo atas adalah milik rakyat Petobo.

“Berdasarkan Konstitusi Pasal 33 UUD 1945, juga UU Pokok Agraria Nomor 5/1960 dan dikuatkan oleh PP No.10/1961, menjamin untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan warga. Apalagi untuk pemenuhan hak hunian layak korban bencana,” tandas Anjas Lamatata, Sekretaris Panitia ceclaiming.

Sekretariat reclaiming lokasi Huntap warga Petobo. FOTO : IST

Untuk diketahui, Petobo adalah salah satu Kelurahan di Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu yang terdampak paling parah, selain Balaroa di Palu Barat dan Jono Oge di Kabupaten Digi.

Berdasarkan data, kurang lebih 184,5 Ha tanah warga, 1.050 bangunan dan lebih 900 jiwa warga Petobo meregang nyawa diluluh lantakan oleh gulungan lumpur likuifaksi.




Kini setahun lebih berlalu, 4.000 jiwa lebih (Penyintas) dari 1.670 KK Warga Kelurahan Petobo yang selamat, tua-muda, anak-anak, bertahan hidup di area Petobo Atas, area sebelah timur (atas) dari bentangan selatan – utara tanggul Gumbasa.

Hingga kini, ribuan warga Petobo belum mendapatkan informasi jelas terkait hak atas Huntap. FUL/*

Load More Related Articles
Load More In Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Polres Palu Kembali Amankan Empat Orang Diduga Pelaku Narkoba

FOTO : ILUSTRASI PALU, SULTENGNEWS.COM – Kepolisian Resor Palu ( Polres Palu) unit o…