Kontingen PIONIR IAIN PALU Optimis Masuk 10 Besar

2 min read
0
81

Rektor IAIN Palu Prof. Dr. Saggaf S. Petalongi saat menyampaikan sambutan pada pelepasan kontingen PIONER IAIN Palu di auditorium IAIN Palu, Jumat (12/7/2019). FOTO : ZAENAL/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Pelepasan Kontingen Pekan Ilmiah, Olah Raga, Senin dan Riset (PIONIR) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu ke Universitas Islam Negeri (UIN) Mulana Malik Ibrahim berlangsung hikmat.

IAIN Palu bahkan omtimis bisa masuk 10 besar dalam ajang bergengsi antar universitas Islam di Indonesia itu. Rasa optimisme ini, disampaikan Rektor IAIN Palu Prof. DR. Saggaf S. Petalongi saat memberikan sambutan pelepasan kontingen di kampus IAIN Palu.



“Dalam mencapai target, tentunya jangan sampai mencederai rasa kebersamaan. Untuk mencapai tujuan tentu, harus lebih arif dan bijaksana dalam melakoni kegiatan kegiatan yang mengedepankan sportifitas” kata Prof Saggaf dalam sambutannya, Jumat (12/7/2019).

Menurut Prof Saggaf, PIONIR merupakan ajang bergengsi yang diadakan oleh Kementrian Agama dua tahun sekali di kampus yang berada dibawah naunggan kementrian agama. Untuk PIONIR tahun ini, yang menjadi tuan rumah ialah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

“Seluruh atlit dan seluruh kontinggen, saya harap akan berusaha dan berjuang semaksimal mungkin agar masuk dalam rengking 10 besar,” imbuh Prof Saggaf.

Ketua Kontingen IAIN Palu Dr. Sidiq Ibrahim, M.Ag dalam kesempatan itu mengatakan, peserta yang ikut PIONIR ke IX di UIN Maulana Malik Ibrahim malang sebanyak 78 orang.

Jumlah itu terbagi dalam beberapa cabang yang dipertandingkan, termasuk official dainatanya 47 orang masing-masing cabang lomba yang diikuti yaitu 10 cabang olahraga, 7 cabang seni dan 3 cabang ilmiah. Untuk official sebanyak 19 orang serta penanggungjawab kontingen dan 12 orang. NAL

Load More Related Articles
Load More In Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Dana Bantuan Gempa Untuk Pembangunan Sekolah di Parimo Dicairkan

Para pekerja saat melakukan penggalian pondasi pembangunan sekolah di Desa Paranggi. Bantu…