Ketum Pertanu Kunjungi Sekolah Alam “Awan Hijau” Kamalisi

4 min read
0
215

Keterangan Foto :

Ketua Umum Persatuan Tani Nusantara (Pertanu), Drs. H. Asgar Ali Djuhaepa saat melepas ikan hias di kolam Sekolah Alam “Awan Hijau” Kamalisi. FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Ketua Umum Parsatuan Tani Nusantara (Pertanu), Drs. H. Asgar Ali Djuhaepa berkesempatan mengunjungi Sekolah Alam “Awan Hijau” Kamalisi di Dusun Lambara, Desa Daenggune, Kabupaten Sigi, Sabtu (31/3/2018).

Ketum Pertanu itu, tiba di lokasi Sekolah Alam “Awan Hijau” Kamalisi sekira pukul 16.30 Wita dan langsung disambut pendiri Sekolah Alam “Awan Hijau” Kamalisi Ridha Saleh bersama para pengurus dan panitia pembangunan sekolah alam itu.

Ketua Umum Pertanu, Drs. H. Asgar Ali Djuhaepa usai melepas ikan bersama pendiri Sekolah Alam “Awan Hijau” Kamalisi, Ridha Saleh. FOTO : MAHFUL/SN

Dihadapan para pengurus dan penitia pembangunan sekolah alam itu, Asgar Djuhaepa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas munculnya ide dan gagasan untuk membangun sekolah alam yang dilakukan Ridha Saleh bersama rekan – rekannya.

“Ini adalah gagasan yang luar biasa, karena baru pertama kali dibangun di Sulteng. Saya sangat mengapresiasi keberanian Ridha Saleh bersama teman – teman membangun sekolah alam ini. Sungguh luar biasa,” ujar Asgar Ali Djuhaepa.

Ketua Umum Pertanu, Drs. H. Asgar Ali Djuhaepa berbincang serius terkait produksi teh kelor dengan pendiri Sekolah Alam “Awan Hijau” Kamalisi, Ridha Saleh. FOTO : MAHFUL/SN

Mantan Anggota DPRD Sulteng ini menilai, lokasi sekolah alam “Awan Hijau” Kamalisi benar – benar sejuk, asri dan sangat nyaman. Di lokasi sekolah alam itu, banyak pohon – pohon rindang yang tumbuh, bentangan alam dan pegunungan yang luas, serta air jernih yang mengalir melimpah di lokasi sekolah.

“Ini benar – benar lokasi yang sangat sejuk dan dingin,” kata Asgar sapaan akrabnya.

Ditengah kunjungannya itu, Asgar Ali Djuhaepa disuguhkan teh kelor yang diproduksi oleh salah seorang pengurus Sekolah Alam “Awan Hijau” Kamalisi.

Rasa teh yang khas dengan rasa kelor itu, membuat Asgar tertantang untuk memasarkan teh kelor itu hingga ke nasional dan luar negeri.

Ketua Umum Pertanu, Drs. H. Asgar Ali Djuhaepa menyaksikan pembuatan kerangka dinding bangunan sekolah dari bambu. FOTO : MAHFUL/SN

“Saya akan pasarkan ini di Jakarta serta keluar negeri. Nanti kalau ketemu pembelinya, kita akan ekspor minimal satu container,” tantang Asgar kepada pengurus Sekolah Alam “Awan Hijau” Kamalisi.

Ridha Saleh selaku pendiri sekolah alam itu, mengaku siap menyediakan satu container jika memang ada pembelinya.

“Kita siap satu container,” timpal Ridha Saleh menjawab tantangan Asgar.

Diakhir kunjungannya yang singkat itu, Asgar Ali Djuhaepa juga menyerahkan ikan hias sebanyak 50 ekor yang langsung di lepas di kolam yang telah disediakan dan ditemani pendiri Sekolah Alam “Awan Hijau” Kamalisi, Ridha Saleh.

Usai menyerahkan ikan, Asgar langsung meninggalkan lokasi sekolah alam menuju kediamannya di Kota Palu. FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Pemprov Sulteng Bersama Lebah Madu Gelar CCM Saat HUT Sulteng

Keterangan Foto : Suasana diskusi bersama antara Direktur Lembah Madu sebagai Ivent Organi…