Keluarga Korban Laka Maut di Tende, Menerima Santunan Rp50 juta

3 min read
0
1,131

Keterangan Foto :

Korban Kecelakaan Maut di Desa Tende, Kecamatan Galang pada 30 November lalu saat tolong  warga setempat. FOTO : IST

TOLITOLI, SULTENGNEWS.com – Masih ingat kecelakaan maut di Desa Tende, Kecamatan Galang Tolitoli pada 30 November lalu yang mengakibatkan kaki korban putus..? Kini keluarga korban bernama Irma (36) itu, telah menerima santunan sebesar Rp50 Juta dari pihak Jasa Raharja.

“Kami sudah menerima santunan dari Jasa Raharja dan perusahaan Pertamina telah menanggung biaya pemakaman sampai dengan hari ke tujuh korban,” ujar Irfan, salah satu adik korban kepada sultengnews.com, Kamis (7/12/2017).

Dia menjelaskan, sebelum mengalami kecelakaan hingga korban meninggal dunia, keluarga tidak ada firasat apapun bahwa korban akan meninggalkan mereka semua untuk selamanya.

“Sebelum korban kecelakaan dan meninggal, kami sekeluarga tidak dapat firasat apa-apa. Hanya malam sebelum ia mengalami kecelakaan dan meninggal, Irma sempat bercanda gurau bersama dua keponakannya dan ia juga sempat bercanda dengan Ibunya dengan memakaikan bedak ke wajah ibunya,” jelasnya.

Dikatakan, untuk proses Hukum pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus kecelakaan yang menimpah kakaknya kepada pihak yang berwajib untuk dipores lebih lanjut dan keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian saudara mereka.

“Untuk proses hukum selanjutnya, saya dan keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib dan kami sekeluarga sudah merelakan kepergian korban untuk selamanya,” katanya.

Kanit Lakalantas Polres Tolitoli, Ipda Dickry Sutardjo

Kanit Laka Lantas, Ipda Dickry Sutardjo yang dikonfirmasi terkait proses hukum selanjutnya mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap sopir truk yang bernama Christof Mafpal (42) beralamat di Kelurahan Sidoardjo itu.

“Kami masih melakukan peneyelidikan lebih mendalam terhadap Christof Mafpal, namun saat ini dia belum berstatus tersangka tetapi sebagai saksi sampai menunggu hasil penyelidikan,” ujar kanit yang berpangkat satu balak di pundaknya ini.

Dia menambahkan, jika peneyelidikan terhadap beberapa saksi sudah selesai dan status Christof sudah sebagai tersangaka, maka dia akan dijerat dengan pasal 310 ayat 4 tentang kelalaian berkendara dan menyebabkan orang meninggal dunia. FND

Load More Related Articles
Load More In Hukum & Kriminal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

BNN Kota Palu Terget Pengedar Shabu – Shabu di Wilayah Tavanjuka-Tatanga

PALU,Sultengnews.com– Pacsa diamankanya ketiga orang yang diduga sebagai pelaku peny…