Kadis Dikbud Sulteng Buka Pelatihan Asesor

3 min read
0
187

PALU, SULTENGNEWS.com -Sebanyak 28 calon asesor mengikuti pelatihan di SMKN 3 Palu selama lima hari, terhitung sejak tanggal 24-28 November 2017, mereka ini berasal dari tiga sekolah, masing-masing SMKN 2 Palu 8 orang (4 prodi), SMKN 3 Palu 12 orang (6 prodi), dan SMKN 1 Tolitoli 8 orang (4 prodi).

Mereka inilah nantinya yang akan menguji setiap lulusan SMK yang ada di Sulawesi Tengah yang ingin mengambil Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) SMK. Sekaligus nantinya ketiga sekolah ini didorong untuk dijadikan sebagai Tempat Ujian Kompetensi (TUK).

Mengingat hingga hari ini, di Sulawesi Tengah belum ada satupun sekolah yang menjadi TUK dan juga asesor. Dengan adanya pelatihan tersebut, sekaligus dengan terbentuknya TUK di tiga sekolah

itu, lulusan SMK di Sulawesi Tengah kedepan sudah dapat mengantongi  sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) SMK, yang diakui oleh Negara.

“Kita harus akui, jika lulusan SMK di Sulawesi Tengah ini ikut berkontribusi melahirkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sulteng Tahun 2017, salah satu penyebabnya adalah belum diakui kompetensinya, karena belum mengantongi sertifikat yang diakui oleh Negara,”tutur Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace, saat ditemui di salah satu hotel di Palu. Jumat (24/11/2017).

Jikapun mereka tidak bekerja di Sulawesi Tengah, namun mereka dapat bekerja di luar Sulawesi Tengah. Dengan bermodalkan sertifikasi berlisensi LSP-PI itu, mereka mudah mendapatkan pekerjaan diperusahaan yang membutuhkan kompetensinya.

Di tempat yang sama, Kepala SMKN 3 Palu Triyono menambahkan, dengan adanya pelatihan asesor itu, diharapan bisa melahirkan lulusan yang tidak hanya berkompeten namun juga diakui kompetensinya, serta dibutuhkan oleh dunia kerja.

Sebab kedepan, ijazah hanya dijadikan sebagai pengakuan tingkat pendidikan seseorang, namun tidak bisa dijadikan pengangan untuk melamar pekerjaan, yang dapat dijadikan modal melamar pekerjaan hanyalah sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang diakui negara, salah satunya LSP-PI.

“Lulusan kita belum bisa berkompetisi di dunia kerja, jika belum memiliki sertifikat yang berlisensi dari lembaga yang diakui Negara, inilah tujuan kita melakukan pelatihan ini, dengan harapan kedepan lulusan kita sudah memiliki sertifikat yang berlisensi LSP-PI,”jelas Triyono.

Sebenarnya kata Triyono, ada empat sekolah yang diundang mengikuti pelatihan itu, masing-masing SMKN 2 Palu, SMKN 3 Palu, SMKN 1 Tolitoli, dan SMKN 1 Luwuk, namun hingga kegiatan itu berlangsung, utusan SMKN 1 Luwuk tidak kunjung muncul. AMD

Load More Related Articles
Load More In Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Sambuat Tahun Baru Islam, TK Aisyiyah 1 Baolan Zikir Bersama

TOLITOLI, SULTENGNEWS.com – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Islam,…