Guru Tua Sangat Layak Jadi Pahlawan Nasional

6 min read
0
1,020



PALU, SULTENGNEWS.com – Perjuangan Abnaul Khairaat menjadikan Pendiri Yayasan Al-Khairaat Palu, Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufrie menjadi Pahlawan Nasional kembali menguat menjelang Haul Guru Tua ke-51 Tahun pada 15 Juni 2019 mendatang.

“Guru Tua merupakan salah satu ulama yang sangat berjasa terhadap kemerdekaan NKRI, serta pembangunan pendidikan di Indonesia khususnya di Sulteng, sehingga sangat layak menjadi Pahlawan Nasional,” terang Ketua Wilayah Himpunan Pemuda Al-Khairaat (HPA) Sulteng, Dedi Irawan diselah – selah kesibukannya membantu persiapa Haul di Palu, Senin (10/6/2019).



Dikatakan, perjuangan untuk menjadikan Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional sudah mulai digaungkan sejak tahun 2002 atau sekira 18 tahun yang lalu. Namun hingga saat ini, perjuangan itu masih terus dalam proses melengkapi semua syarat – syarat yang dibutuhkan agar Guru Tua bisa ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Alhamdulilah, semua syarat – syarat yang dibutuhkan sudah dipersiapkan oleh PB Al-Khairaat. Tinggal yang kita butuhkan juga adalah dukungan publik dan dukungan serius dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulteng,” ujar Dedi Irawan.

Aktivis pemuda ini menambahkan, lahirnya yayasan pendidikan Al-Khairaat merupakan bukti nyata perjuangan Guru Tua di dunia pendidikan, yang membuatnya sangat layak ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional. Apalagi, semua syarat – syarat juga sudah dilengkapi semua.

“Saya kira, tidak ada lagi ganjalan bagi Guru Tua untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” tegas Dedi Irawan.

Sekilas Tentang Profil Guru Tua

Untuk diketahui, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau lebih dikenal dengan Guru Tua, lahir di Taris, Hadramaut, Yaman, 15 Maret 1892 dan meninggal di Palu pada hari senin 12 Syawwal 1389 H betepatan dengan 22 Desember 1969 M pada umur 77 tahun.

Guru Tua pindah ke Kota Palu yang kala itu bernama “Celebes” tahun 1930 M pada masa penjajahan Belanda, setelah mendapat undangan dari beberapa tokoh bangsa Arab di Palu dan Wani yakni Ibrahim bin Zain, Sayid Muhammad bin Muhsin Rifai dan Sayid Ahmad bin Ali Almuhdar di Wani Kecamatan Tawaeli.

Kehadiran Guru Tua di Palu, memberikan inspirasi yang kuat untuk tinggal dan menetap dalam rangka melakukan dakwahnya setelah menyaksikan keadaan masyarakat yang masih sangat terbelakang dalam pemahaman ajaran Islam.

Pemerintah Belanda yang saat itu menduduki Donggala tidak memberikan izin pendirian madrasah, karena dianggap bisa memengaruhi pemikiran rakyat saat itu. Bahkan sebagian pengikut Guru Tua di Wani, dituduh terlibat pemberontakan Salumpaga di Tolitoli.

Guru Tua akhirnya mendirikan sekolah di Palu, sekitar 30 kilometer dari Wani. Madrasah tersebut bernama Alkhairaat pada tanggal 30 Juni 1930 M setelah mengurus perizinan pendirian dan surat-surat lainnya ke pemerintah Hindia Belanda, maka diresmikanlah Madrasah AI-Khairaat di Kota Palu.

Salah satu strategi yang digunakan agar cepat diterima masyarakat Palu, Sayid Idrus menerima saran dari beberapa tokoh masyarakat, Guru Tua pun memutuskan untuk menikahi salah seorang bangsawan Puteri Kaili yang juga merupakan sosok perempuan yang sangat berperan dalam pengembangan Yayasan Alkhairaat Pusat.



Dengan ketetapan hati dan petunjuk dari Allah SWT pada tahun 1931 M, Guru Tua pun menikahi Intje Ami Dg. Sute. Dari perkawinan ini, beliau dikaruniai dua orang puteri, Syarifah Sidah Aljufrie dan Syarifah Sa’diyah Aljufrie.

Tahun 1968, Habib Idrus mengalami sakit parah, selama delapan bulan ia meminum jus kurma. Walaupun dalam keadaan sakit, ia tetap menjalankan majelis mengajar setiap waktu. Masih dalam suasana ldul Fitri, sakit parah yang telah lama diderita Habib ldrus kembali kambuh. Bertambah hari sakitnya semakin berat.

Setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya, Ulama dan Sastrawan ini akhirnya wafat pada hari senin 12 Syawwal 1389 H betepatan dengan 22 Desember 1969 M. FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Pesan Penting Anies Baswedan Kepada Kader Hijau Hitam

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat bersilaturahmi dengan alumni dan kader – kader HM…