Gubernur Minta PMI Jadi Ujung Tombak Penanganan Bencana

4 min read
0
141

Keterangan Foto :

Sekdaprov Sulteng, Hidayat Lamakarate bersama Bupati Sigi Irwan Lapata dan Wakil Bupati Sigi Pauline serta jajaran pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sulteng dan Kabupaten Sigi saat mengikuti pembukaan kegiatan penyegaran dan simulasi logistik. FOTO : IST

SIGI,SULTENGNEWS.com – Bertempat di Lapangan Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi pada Senin (5/3/2018), Palang Merah Indonesia (PMI) regional Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar penyegaran serta simulasi logistik dan posko.

Acara tersebut diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari 6 Provinsi di Pulau Sulawesi, serta seluruh perwakilan dari seluruh kabupaten/kota se- Sulteng. Sebagai peninjau, berasal dari PMI pusat dan World Food Program PBB.

Gubernur Sulteng yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng Drs. Hidayat Lamakarate dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan usaha aktualisasi dan faktualisasi logistik dalam menjalankan peran dan fungsinya serta ujung tombak dalam penanganan bencana. Wabil khusus tanggap darurat bencana.

“Kegiatan penyegaran serta simulasi logistik ini merupakan upaya dalam menjalankan peran dan fungsi dalam penanganan bencana oleh PMI. Khususnya dalam tanggap darurat bencana. Logistik dan posko menjadi ujung tombak tercapainya pelayanan pelayanan PMI dalam bidang penanganan bencana yang cepat, tepat dan terkoordinasi,” kata Hidayat yang juga sekaligus ketua PMI Sulteng.

Kegiatan tersebut secara terperinci bertujuan meningkatkan pengetahuan serta manajemen, kemampuan, ketrampilan taknis dan koordinasi serta komunikasi dan informasi. Dalam kegiatan tersebut juga disosialisasikan Undang undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Palang Merah, olehnya ia berpesan agar seluruh peserta dapat mengikutinya secara seksama, serta dapat berkoordinasi dan mendukung pemerintah atau instansi terkait lainnya dalam penanganan sebuah bencana.

Dikesempatan yang sama, kepala logistik pusat PMI Marsda Sunarbowo Sandi, M Si mengingatkan bahwa dengan lahirnya Undang undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, memiliki konsekuensi yang berat. Setiap kegiatan Palang Merah harus terus ditingkatkan. Dan kegiatan penyegaran serta simulasi logistik dan posko, menurutnya adalah upaya peningkatan kapasitas serta kapabilitas PMI.

“Dengan lahirnya Undang-undang Nomor 1 Tahun 2018 yaitu tentang Kepalangmerahan. PMI sudah mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Republik Indonesia, namun konsekuensinya dituntut sangat berat untuk kita. Yaitu kapasitas di setiap kegiatan logistik maupun yang lain, ini harus ditingkatkan,” ujarnya.

Salah satunya lanjut Hidayat, adalah yang sedang dilakukan. Kepada para peserta dapat secara serius dalam mengikuti setiap tahap latihan. Nanti juga ada kontingensi, apabila terjadi sesuatu (bencana) kemudian bapak sekda atau bupati, bisa mengambil langkah-langkah apa saja yang harus dikerjakan”, terang Sunarbowo.

Atas hal tersebut, Hidayat berharap kepada segenap jajaran di Kabupaten Sigi, khususnya PMI Sigi dapat memaksimalkan perannya dalam mengemban misi kemanusiaan yang selalu aktif dan peduli pada berbagai upaya penanganan masalah kemanusiaan, serta dapat menjadi ujung tombak dalam membangun nilai-nilai perdamaian, sekaligus dapat mengantisipasi perselisihan di tengah masyarakat. BAM

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

PKBI Sulteng Buka Posko Kesehatan di Empat Titik Pengungsian

Direktur PKBI Sulteng, Yospin saat berkoordinasi dengan bidan di Kelurahan Kabonena untuk …