Gerindra Keluhkan Pengurangan Jumlah Penduduk Kota Palu

4 min read
0
656

Keterangan Foto :

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemenfaatan Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Palu, Fajarini SSTP, M.Si saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan KPU Kota Palu mengenai penataan Dapil dan Alokasi kursi DPRD Kota Palu. FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Perwakilan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengeluhkan tingginya angka pengurangan jumlah penduduk Kota Palu yang menurut data mereka mencapai 22.000 selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

“Secara logika, seharusnya dalam waktu lima tahun ini jumlah penduduk Kota Palu meningkat. Tapi ini malah mengalami penurunan hingga mencapai 22 ribu lebih, ini kan seperti tidak masuk akan,” ujar Syarif, salah seorang peserta Rapat Kerja Penataan Dapil dan Alokasi kursi DPRD Kota Palu dari Partai Gerindra itu.

Menurutnya, pengurangan jumlah penduduk Kota Palu yang mencapai 22.000 lebih, sangat mengherankan. Apalagi, waktunya tidak terlalu lama.

“Kemana semua sudah penduduk Kota Palu dalam tiga tahun terakhir ini,” keluhnya.

Menanggapi pertanyaan dari perwakilan Gerindra itu, Komisioner KPU Palu Agusalim Wahid meminta kepada perwakilan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Palu untuk menjawab masalah tersebut.

“Karena disini hadir juga perwakilan Dukcapil, maka saya serahkan kepada pihak Dukcapil yang menjawabnya,” ujar Agusalim Wahid sembari memberikan kesempatan kepada pihak Dukcapil Kota Palu.

Perwakilan Dukcapil yang dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data, Fajarini SSTP, M.Si dalam kesempatan itu mengatakan, sebenarnya yang terjadi bukan pengurangan jumlah penduduk. Namun hal ini adalah dampak dari adanya sistem Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP.

Dengan sistem e-KTP ini, tidak ada lagi penduduk yang memiliki KTP lebih dari satu. Dulu sebelum e-KTP ada, banyak penduduk yang memiliki KTP dua, tiga sampai empat KTP setiap orang. Namun dengan sistem e-KTP ini, maka satu warga cukup satu KTP saja.

“Waktu saya kuliah di Bandung, saya punya KTP Bandung. Tapi pada saat saya pulang ke Palu, saya juga bisa buat KTP Palu. Jadi, sebelum ada sistem e-KTP, rata – rata wagra memiliki dua, tiga sampai empat KTP,” jelasnya.

Dengan adanya sistem e-KTP ini, saat ini semua masyarakat sudah terdeteksi jika memiliki KTP lebih dari satu, sehingga dengan adanya sistem ini banyak terjadi pengurangan jumlah penduduk.

“Sebenarnya masyarakatnya tidak hilang, tapi tetap ada. Hanya saja sudah terdeteksi tinggalnya dimana, kalau sudah meninggal maka sudah hilang. Karena tinggal punya satu KTP saja,” ujarnya.

Meski demikian, Fajarini mengaku apapun bentuk masukan dari Partai Politik atau masyarakat, akan menjadi catatan bagi Dukcapil untuk terus melakukan penyempurnaan data kependudukan.

Untuk diketahui, data penduduk yang digunakan untuk penyusunan Dapil dan penghitungan alokasi kursi DPRD Kota Palu tahun 2014 sebesar 372.336 (Data ini bersumber dari Dukcapil Kota Palu). Jika jumlah itu dikurangan dengan jumlah penduduk saat ini 363.867, maka terjadi penurunan sebesar 8.469 jumlah penduduk. FUL

Load More Related Articles
Load More In Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Gerindra Dituding Ulur – Ulur Pengisian Jabatan Wagub

PALU, SULTENGNEWS.com – Pengisian Jabatan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng yang ditinggalkan…