Gerindra Dituding Ulur – Ulur Pengisian Jabatan Wagub

5 min read
0
538

PALU, SULTENGNEWS.com – Pengisian Jabatan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng yang ditinggalkan Almarhum H. Sudarto, M.Hum hingga kini belum jelas kapan terealisasi. Sejumlah nama juga sudah pernah disodorkan ke DPRD Sulteng, namun dikembalikan karena lebih dari dua nama sehingga melanggar Tata Tertib (Tatib) Pemilihan Wagub DPRD Sulteng.

Sekretaris DPW PAN Sulteng, Rusli Dg. Palabbi yang dimintai tanggapan terkait pengisian jabatan Wagub mengatakan, PAN sudah alergi membahas masalah Wagub, karena ketika tim advance telah bekerja maksimal utuk menggodok dua nama calon wagub, begitu dikonsultasikan ke partai Gerindra toh juga ditolak dengan alasan tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh user dalam hal ini Gubernur.

“Padahal kedua nama calon wagub yang diusulkan oleh tim advance adalah figur yang sangat kredibel dan di anggap mampu menjalankan tugas sebagai seorang wakil Gubernur,” ujar Rusli Dg. Palabbi dalam rilis yang diterima redaksi sultengnews.com pada Jumat (16/11/2018).

Rusli mengatakan, kedua nama calon wagub yang diusulkan PAN yakni Ir. Moh. Faisal Mang, MM dan Drs. H. Anwar Hafid, M.Si yang telah dibahas dan disepakati oleh tim advance. Bahkan sudah dikonsultasikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing – masing partai koalisi dan pada prinsipnya tidak ada masaalah karena PAN, PKB dan PBB sudah sepakat, terkecuali Gerinda mengusulkan nama yg berbeda yaitu saudara. Ir. Moh. Faisal Mang, MM dan saudara Abubakar Nophan Shaleh.

“PAN, PKB, dan PBB sangat menyayangkan hal itu. Harusnya, nama calon wagub yang telah dibahas dan disepakati oleh tim advance adalah merupakan keputusan yang sah, karena perwakilan dari  partai Gerindra ikut juga dalam tim advance,” terang Rusli.

Namun kenyataannya lanjut Rusli, dari partai Gerindra mengusulkan nama yg berbeda, padahal disisi lain saudara Abubakar Nophan Shaleh tidak dibahas di dalam rapat bersama tim advance, karena yang bersangkutan telah menjadi kader partai Golkar bahkan sudah ditetapkan sebagai Caleg DPRD Kabupaten Bangkep dan juga sudah tidak bersedia dicalonkan sebagai salah satu calon wagub.

“Oleh sebab itu, masyarakat Sulawesi Tengah bisa menilai siapa sebenarnya yang tidak konsisten dalam pengisian jabatan Wagub,  sehingga jangan ada opini yang dibangun seakan-akan  selama ini PAN lah yang menolak pengisian jabatan Wagub di Sulawesi Tengah,” tuturnya.

Dikatakan, PAN hingga detik ini tetap akan berjuang agar jabatan Wagub yang kosong bisa terisi kembali, walaupun memang awalnya PAN menginginkan dan mengusulkan nama calon wagub dari kader PAN seperti Oskar R. Paudi dan Sigit Purnomo Said bisa diterima  dan di setujui menjadi salah satu calon wagub, namun karena tidak direspon oleh partai koalisi, akhirnya PAN legowo dan tidak memaksakan kadernya untuk dicalonkan walaupun sebagai  partai pengusung PAN juga punya hak yang sama dengan partai koalisi lainnya.

“Oleh sebab itu, cepat atau lambatnya proses pengajuan bakal calon wagub ke DPRD Provinsi untuk dilakukan pemilihan melalui rapat paripurna dewan, tentu tdk lepas dari niat baik partai koalisi terutama partai Gerindra,” terang Rusli Dg. Palabbi.

“Semoga Allah Swt memberikan pentunjuk dan jalan keluar yang terbaik, agar jabatan Wagub yang sangat penting adanya bisa cepat terisi,” harapnya.*/FUL

Load More Related Articles
Load More In Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Muharram Nurdin Kembali Pimpin PDIP Sulteng

PALU, SULTENGNEWS.com – Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram Nurdin kembali terpilih m…