Fais Arfianto : Bisnis Tak Selamanya Harus Bermodalkan Uang

3 min read
0
326

Fais Arfianto saat menjadi narasumber dalam diskusi bisnis di Pinbuk. FOTO : ZAENAL/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Diskusi bisnis yang dilaksanakan oleh Pusat Inkubasi Usaha Kecil (PINBUK), mengundang seorang owner raja penyet Mas Fais yang memiliki cabang banyak di Kota Palu dan kebutulan juga sebagai anggota kepolisian Republik Indonesia bernama Fais Arfianto.



“Jika melakukan usaha harus ada modal uang baru bisa buka, itu merupakan cara berfikir orang-orang terdahulu. Tetapi bagi mereka yang hidup di tahun 2015 ke atas, modal uang bukan lagi jadi ukuran dasar untuk memulai usaha,” ujar Fais Arfianto saat menyampaikan materi diskusi di Pinbuk, Rabu (4/9/2019).

Dikatakan, modal uang memang dibutuhkan, namun jika itu yang menjadi dasar utama untuk memulai bisnis, maka selamanya orang akan susah memulai bisnis.

Menurut Fais sapaan akrabnya, banyak orang yang memulai bisnisnya di era milenil saat ini dengan modal kepercayaan dari jaringan dan relasinya. Misalnya, memulai bisnis dari modal teman atau prodak orang yang dijualkan, lalu mendapat persen atau selisih harga dari prodak yang dijual. Akhirnya, lama kelamaan menjadi sukses.

Dalam berbisnis lanjut Fais, juga tidak boleh jalan sendiri. Walaupun punya produk sendiri, harus punya karyawan sehingga bisa cepat closing.

“Di era mileneal sekarang ini, jika ingin memulai bisnis harus memiliki ide yang baik dengan tata laksana terstruktur dan menejerial yang baik. Setelah itu ada, langsung dilaksanakan jangan di tunda-tunda,” katanya.

“Saya sebagai anggota kepolisian, tugas saya di POLDA itu adalah bersih bersih, memperbaiki paralon kalau ada yang rusak itu tugas saya, tetapi ide bisnis saya tetap saya laksanakan,” lanjutnya.



Menurutnya, bisnis harus terus berinovasi, sebab data terakhir 30 persen pembeli itu take way di Kota Palu. Artinya bungkus bawa pulang kerumah dan take in sekitar 40 persen artinya makan di tempat, maka selisihnya hanya 10 persen dari pada take way dan sisanya big owder artinya yang ngepesan di kantor kantor.

Diskusi bisnis yang dilaksanakan oleh Pinbuk mengangkat tema “Bisnis cerdas milenial diera digital” dihadiri oleh Organisasi Kepemudaan (OKP), dosen, mahasiswa, pelajar, masyarakat yang begitu antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. NAL

Load More Related Articles
Load More In Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Besi dan Baja Menjadi Ekspor Terbesar dari Sulteng

PALU, SULTENGNEWS.com – Selama Juni 2019, total ekspor sebesar 431,19 juta dolar atau turu…