Deklarasi #2019 Ganti Presiden di Palu Akan Dihadiri 20 Ribu Massa

5 min read
0
828

Keterangan Foto :

Suasana Konfrensi Pers rencana Deklarasi #2019 Ganti Presiden di Palu pada September 2018 yang dilaksanakan di Sekretariat AJI Palu, Rabu (12/9/2018). FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Deklarasi #2019 Ganti Presiden yang rencananya akan dihadiri deklarator Mardani Ali Sera bersama inisiator lainnya seperti Bunda Neno Warisman dan Ahmad Dani di Palu pada September 2018 ini, akan dihadiri sekitar 20 ribu massa dari beberapa daerah di Sulteng.

“Hasil konfirmasi yang telah dilakukan panitia, beberapa daerah sudah menyatakan kesiapan untuk hadir seperti Kabupaten Buol, Tolitoli, Poso, Sigi, Kota Palu serta beberapa daerah lainnya,” ujar Presidium #2019 Ganti Presiden, Andi Akbar dalam konfrensi Pers di Sekretariat AJI Palu, Rabu (12/9/2018).

Dikatakan, segala persiapan deklarasi #2019 Ganti Presiden sudah dipersiapkan secara matang olah panitia serta dukungan dari berbagai ormas seperti Front Pembela Islam (FPI) Sulteng, Wanita Islam Alkhairaat (WAI) Pusat, serta beberapa ormas lainnya di Sulteng.

Ketua panitia deklarasi #2019 Ganti Presiden,  Ustadz Citrawan mengatakan, pihaknya akan melaksanakan deklarasi #2019 Ganti Presiden pada September 2018 ini. Hanya saja, Ustadz Citrawan belum menyebutkan waktu dan tanggal pelaksanaan karena sesuai Juknis dari pusat, baru bisa dipublis H-7 pelaksanaan deklarasi.

“Kami akan mengedepankan aspek kedamaian, keamanan dan situasi yang kondusif, mulai mereka datang hingga kembali ke Jakarta,” ujar Ustadz Citrawan.

Dikatakan, deklarasi #2019 Ganti Presiden sah secara konstitusi. Artinya, msing – masing pihak bebas menentukan pilihannya dan tidak saling boleh mengganggu.

“Jadi, bagi yang mau bergabung, tidk usah takut karena ini sah secara konstitusi. Kita harapkan jangan sampai saling mengganggu, karena kita juga tidak pernah mengganggu acara – acara lainnya,” ujarnya.

Sakinah Aljufri dalam kesempatan itu mengatakan, umahat sulteng atau Wanita Islam Alkhairaat (WIA) akan menyambut kedatangan para deklarator dan inisiator #2019 Ganti Presiden di Kota Palu.

“Setiap tamu yang datang, kita harus welcome dan mengatakan ahlan wasahlan. Kita ciptakan suasana yang kondusif, karena tagar #2019 Ganti Presiden sah secara konstitusi,” terangnya.

Olehnya, Sakinah Aljufri berharap agar tidak ada persekusi terhadap kedatangan daklarator dan inisiator tagar #2019 Ganti Presiden di Palu pada September 2018 ini.

“Kita berharap tidak ada Persekusi, seperti di daerah – daerah lain. Kita mau tunjukan bahwa Sulteng kondusif, sehingga ketika mereka pulang membawa kesan – kesan yang penuh kedamaian,” harapnya.

Sementara ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Sulteng, Ustadz Sugianto Kaimudin dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya akan mengawal jalannya deklarasi #2019 Ganti Presiden di Kota Palu mulai dari kedatangan, pelaksanaan kegiatan, hingga kepulangan para tamu ke Jakarta.

“Apapun alasannya, gerakan #2019 Ganti Presidin akan kami dukung dan kawal karena itu sah secara konsitusi. Kita bertanggungjawab menyambut, membawa dan melindungi mereka,” ujarnya.

Ustadz Sugianto Kaimudin berharap, semua pihak untuk tidak saling mengganggu, karena FPI juga tidak pernah mengganggu gerakan – gerakan yang lain, sehingga pihaknya berharap semua elemen masyarakat bisa lebih dewasa menyikapi semua masalah.

Sementara itu, Salim Baculu salaku perwakilan ormas pendukung lainnya mengatakan, semua tokoh masyarakat di Sulteng wajib menjemput tamu yang dating ke daerah ini.

“Kita berharap acara #2019 Ganti Presiden bisa berlangsung aman – aman saja. Karena itu, kita minta semua pihak agar tidak membuat gerakan – geran yang bisa mengganggu acara itu,” pintanya. FUL

Load More Related Articles
Load More In Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Gerindra Dituding Ulur – Ulur Pengisian Jabatan Wagub

PALU, SULTENGNEWS.com – Pengisian Jabatan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng yang ditinggalkan…