Dana Hibah Tahun 2020 Mencapai Rp1,1 Triliun

4 min read
0
538

Suasana rapat antara Kepala Dinas dan Anggota DPRD Sulteng dalam pembahasan anggaran tahun 2020. FOTO : MAHFUL/SULTENGNEWS.COM

PALU, SULTENGNEWS.COM – Dana hibah tahun 2020 mendatang, naik signifikan hingga mencapai angka Rp1,1 Triliun lebih dari tahun sebelumnya hanya berkisar Rp211 Miliar lebih.

“Hibah ini kenaikkannya signifikan sekali, kurang lebih naik hingga 451 persen dari sebelumnya hanya Rp211 Miliar lebih, naik menjadi Rp1,1 Triliun lebih. Mohon ini dijelaskan kenapa bisa naik besar sekali begitu,” ujar Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulteng, Budi Luhur Larengi saat rapat banggar, Jumat (22/11/2019).




Menurut Budi Luhur, dari Rencana Anggaran Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 sebesar Rp4,2 Triliun lebih, sudah Rp1,1 Triliun lebih habis di hibah. Padahal kata politisi Golkar ini, hibah kan uang habis kenapa musti harus dihambur – hambur anggaran di hibah. Apalagi kata dia, hibah biasanya hanya untuk membantu kegiatan organisasi, pembangunan rumah ibadah.

“Kita minta hibah ini diuraikan, karena kenaikkanya sangat signifikan begitu,” pintanya.

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Sulteng, Bahran dalam kesempatan itu menjelaskan, dana hibah ada tiga jenis. Pertama, belanja hibah kepada lembaga, badan dan organisasi itu kurang lebih 300 miliar dan yang paling besar adalah hibah untuk pilkada.

Kedua, hibah untuk kelompok masyarakat yang nilainya hanya Rp13 Miliar. Ketiga, hibah dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang mencapai Rp800 Miliar. Untuk dana BOS ini, Bahran mengaku sempat melakukan protes kepada Kementrian Pendudikan kenapa dana hibah BOS untuk SD dan SMP ditransfer ke rekening kas daerah provinsi, tidak ditransfer saja ke rekening kas daerah kabupaten/kota.




“Dengan nilainya yang sangat besar ini, sesungguhnya membebani kita, karena hanya numpang lewat saja itu uang. Setelah dananya masuk akan ditransfer lagi ke rekening kas daerah kabupaten/kota. Sementara dari sisi pemantauan, kita kesulitan karena ribuan sekolah SD dan SMP di Sulteng,” terang Bahran.

Dikatakan, hibah dana BOS itu terdiri dari BOS reguler kabupaten/kota sebesar Rp654 Miliar, serta Dana Alokasi Khusus (DAK) kinerja dan afermasi, sehingga total dana hibah itu mencapai Rp1.165.768.152.000, karena dana BOS masuk di rekening hibah. Dana BOS itu, adalah dana transfer dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak bisa digunakan untuk yang lain, karena memang untuk sekolah SD dan SMP se Sulteng.

“Hibah sekolah swasta SD, SMP, SMA semua harus dihibahkan. Tidak boleh masuk di belanja langsung karena itu, bukan program kegiatan,” katanya. FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Sambut Tahun Baru, Eko Wandowo Gelar Zikir

PALU, SULTENGNEWS.COM – Paguyuban Kesenian Eko Wandowo Sulawesi Tengah akan menggela…