CSR Donggi Senoro LNG Dinilai Sekedar Gugurkan Kewajiban

3 min read
1
469

BANGGAI, SULTENGNEWS.com – PT Donggi Senoro LGN yang beroperasi di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), dinilai tidak serius mensejahterakan masyarakat sekitar perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga terkesan hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja.

“Seharusnya pihak Donggi Senoro melalui CSR-nya, benar – benar serius mendampingi masyarakat, sehingga warga disekitar perusahaan juga bisa hidup sejahtera dan merasa mendapatkan manfaat dengan hadirnya perusahaan,” ujar salah seorang warga Desa Uso, Rasid saat ditemui sultengnews.com di kediamannya, Minggu (14/7/2019).

Rasid, Tokoh Masyarakat Uso

Dikatakan, seharusnya bantuan CSR yang diberikan kepada warga yang berprofesi sebagai petani, sudah terlihat manfaatnya karena perusahaan sudah hadir sejak tahun 2011 dan bantuan CSR terus diberikan perusahaan setiap tahunnya. Namun dalam kenyataannya, sampai saat ini warga yang mendapatkan bantuan CSR hidupnya hanya begitu – begitu saja, karena tidak ada pendampingan yang diberikan pihak perusahaan pasca diberikannya bantuan CSR yang berupa bibit rica dan cengkeh.

“Warga sebenarnya berharap, setelah diberikan bibit rica dan cengkeh melalui program bantuan CSR, harus ada pendampingan dari pihak perusahaan seperti adanya rumah pendampingan, sehingga warga bisa berhasil dan sukses dari program CSR itu,” katanya.

Selama ini lanjutnya, pihak PT Donggi Senoro hanya sekedar memonitor apakah bibit yang diberikan sudah ditanam atau belum. Tidak ada sama sekali pendampingan tentang bagaimana cara menanam yang baik dan bagaimana cara pemeliharaannya. Akibatnya, warga penerima bibit rica dan cengkeh hanya menanam sekedarnya saja.

“Karena tidak adanya pendampingan, ya kehidupan warga hanya begitu – begitu saja walaupun setiap tahun diberikan bantuan melalui CSR,” tandasnya.

Manager CRS PT Donggi Senoro, Pandit yang dikonfirmasi melalui pesar WhatsApp (WA) mengaku akan mengkoordinasikan hal itu dulu kepada devisi terkait dan managemen.

“Mengenai klarifikasi terkait isunya, saya harus koordinasikan dulu dengan devisi terkait dan manajemen. Saya akan update ya pak setelah mendapat konfirmasi dari manajemen,” ujarnya. IMN

 

Load More Related Articles
Load More In Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Lantik 42 Kades, Wabub Parimo Ingatkan Para Kades Hati-Hati Mengelola Dana Desa

Suasana pelantikan 42 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Parigi Moutong yang berlangsung di …