Catut Nama Patta Tope, Rp12 Juta Uang Kades Talaki di Buol Berhasil Diambil

5 min read
0
818

PALU, SULTENGNEWS.com – Nama Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulteng, Prof. Dr. Rer. Patta Tope, SE dicatut oknum tertentu untuk meminta sejumlah dana ke Kepala Desa (Kades) di Sulteng.

Hal ini dikemukakan staf khusus menteri keuangan, Dr Moh Ahlis Djirimu saat berbincang dengan media ini, Jumat (24/11/2017).

Dikatakan, salah satu Kepala Desa (Kades) yang telah menjadi korban adalah Kades Talaki, Kecamatan Palele, Kabupaten Buol. Modusnya, oknum tersebut mengirimkan surat ke Kades Talaki dengan menggunakan kop surat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan kop surat Bappeda Sulteng.

Dalam surat itu, disebutkan bahwa Desa Talaki akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp975 Juta. Namun syaratnya, Kades harus menyetor dulu dana sebesar 1,3 persen dari total bantuan yang akan diberikan.

“Dengan lugunya, Kades Talaki langsung menyetor dana sekitar Rp12 Juta ke rekening oknum tersebut, tanpa bertanya lagi ke pihak BPMPD atau Pemda Buol,” ujar Ahlis Djirimu.

Menurutnya, penipuan Kades Talaki ini terungkap dalam Fokus Group Diskusi (FGD) di Buol beberapa waktu lalu. Saat itu, Kades mempertanyakan tentang kebenaran bantuan sebesar Rp975 Juta dari Bappenas yang sampai saat ini belum dicairkan juga.

“Setelah saya periksa surat dan dokumennya, rupanya palsu semua. Saya cek lagi nomor HP pak Patta Tope, rupanya juga salah karena saya selalu berkomunikasi dengan pak Kepala Bappeda Sulteng itu,” katanya.

Ahlis Djirimu menghimbau kepada semua Kades di Sulteng, agar tidak mudah tergiur dengan iming – iming bantuan dana dari Pemerintah Pusat. Sebaiknya, jika ada surat atau orang yang menelpon mengaku orang dari kementrian, harus dikonfirmasi dulu ke Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) untuk memastikan kebenaran informasi terkait bantuan.

“Para Kades harus berani bertanya ke Camat, BPMPD atau Pemda jika ada informasi pemberian bantuan ke desa, sehingga tidak tertipu seperti yang dialami Kades Talaki,” tandasnya.

Kades Talaki, Mohammad Us Ahmad yang dikonfirmasi via telepon mengakui jika dirinya sudah menjadi korban penipuan. Dia mengaku, sekitar Februari 2017 lalu mendapatkan surat dari Bappenas dan Bappeda Sulteng yang isinya menyebutkan bahwa Desa Talaki akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp975 Juta.

Setelah tiga bulan kemudian tepatnya sekira Mei 2017, Mohammad Us Ahmad mendapatkan telpon dari orang yang mengaku suruhan dari Kepala Bappeda Sulteng. Agar lebih meyakinkan, oknum tersebut meminta Kades menelfon nomor yang katanya nomor hanp phone Kepala Bappeda Sulteng, Patta Tope.

“Saya langsung telpon orang yang katanya pak Patta Tope itu. Dia memang mengaku sebagai pak Patta Toppe. Orang itu lalu meminta saya untuk segera mengirimkan uang Rp12 Juta karena pihak kementrian katanya sudah mendesak,” ujar Kades Tolaki ini.

Karena terus didesak, Mohammad Us Ahmad mengaku akhirnya memutuskan untuk meminjam dulu uang dari pengusaha yang ada di Desa Talaki untuk dikirimkan kepada oknum yang mengaku sebagai Patta Tope itu. Setelah dikirimkan uang, oknum tersebut mengaku akan menghubungi dia kembali. Namun hingga beberapa bulan kemudian, tidak ada kabar lanjutan dari oknum yang mengaku Patta Tope itu.

“Saya coba hubungi sekitar dua bulan lalu di nomor yang menelpon saya, katanya uang masih sementara diurus pencairannya. Setelah saya desak terus, dia langsung matikan HP-nya dan tidak tembus – tembus lagi saya hubungi sampe sekarang,” tutur Mohammad Us Ahmad.

Akibat penipuan ini, sang Kades mengaku kini terbebani dengan pembayaran uang Rp12 Juta yang dia pinjam dari pengusaha di Desa Tolaki. FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Monopoli Harga, TBS Petani Dihargai Rp700

FOTO ; ILUSTRASI PALU, SULTENGNEWS.com – Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kecamatan …