Bupati Tolitoli Akan Dinobatkan Jadi Raja di Hutda

3 min read
0
973

TOLITOLI, SULTENGNEWS.com – Bupati Tolitoli, Moh Saleh Bantilan akan dinobatkan menjadi raja Tolitoli. Penobatan tersebut dirangkaikan dalam hari ulang tahun daerah 10 Desember tahun 2017.

“Prosesi penobatan raja yang diberikan kepada bupati Tolitoli merupakan acara adat pendekatannya untuk melestarikan budaya Tolitoli,” kata ketua panitia penyelenggara Islandar Nasir kepada wartawan, Senin (04/12/2017).

Setelah tahun 1951 kegiatan pesta budaya akbar ini disebut Matanggauk dalam bahasa daerah pernah dilaksanakan, maka kembali digelar tahun ini, namun tidak melupakan tradisi-tradisi sebelumnya.

“Prosesinya dimulai tanggal 6 bulan ini dan puncaknya dilaksanakan tgl 10 desember. Pelaksanaanya sesuai tradisi ritual adat,” jelas Iskandar Nasir.

Ritual adat yang dimaksud dalam pesta budaya akbar tersebut tahap prosesi yang disebut diantaranya monoeng, monodokan yaitu menggantung dan mendirikan dalam bahasa daerah akan diiringi dengan

hiburan-hiburan tradisional yang merupakan khas daerah Tolitoli.

“Untuk prosesi adat menimba ogo akan diambil air dari tuju sungai yang menjadi sumber mata air yg tersebar di seluruh kerajaan Tolitoli,” ungkap mantan.Sekda Tolitoli itu.

Penobatan raja Tolitoli, Moh Saleh Bantilan yang juga merupakan Bupati Tolitoli itu akan  di bale masigi atau istana Raja Tolitoli. Dalam pergelaran pesta budaya ini katanya bukan hanya dihadiri para raja di Sulawesi Tengah (Sulteng), bahkan ada pula yang berasal dari Sulawesi.Selatan yakni kerjaan Goa dan Bone termasuk raja Sumatra hingga Jawa.

“Pada pesta.budaya ini yang diundang semua kerajaan tetangga, termasuk dari Sumatra, Sulsel, Jawa dan Ternate. Masyarakat yang hadir diperkirakan 10.000 orang,” sebutnya.

Penobatan bupati Tolitoli menjadi raja Tolitoli setelah meninggalnya Anwar Bantilan yang merupakan orang tua kandung dari Bupati Tolitoli.  Sebelum meninggal, wasiat tersebut diserahkan kepada H Moh Saleh Bantilan sejak tiga tahun lalu.

“Artinya hajatan ini mengulangi peristiwa kejadian 50 tahun yang lalu, tidak pernah lagi mengalami matanggauk. Rencana ini untuk memperkuat wasiat,” tutupnya. RML

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Monopoli Harga, TBS Petani Dihargai Rp700

FOTO ; ILUSTRASI PALU, SULTENGNEWS.com – Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kecamatan …