BPIP dan Alkhairaat Diskusikan Desa Pancasila

6 min read

Sekjen Pengurus Besar Akhairaat, Ridwan Yalidjama foto bersama dengan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo, M. Ridha Saleh dari Ruang Mediasi Indonesia dan Speaker, Penulis, Sekaligus Motivator Dedi Mahardi di Kantor Pusat Alkhairaat. Senin (10/2/2020). FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sekjen Pengurus Besar Akhairaat, Ridwan Yalidjama melakukan pertemuan dengan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo, M. Ridha Saleh dari Ruang Mediasi Indonesia dan Speaker, Penulis, Sekaligus Motivator Dedi Mahardi di Kantor Pusat Alkhairaat. Senin (10/2/2020).




Diskusi yang diselenggarakan dengan khidmat ini, membahas mengenai gerakan desa Pancasila bekerjasama dengan Alkhairaat yang bertujuan untuk membumikan kembali Pancasila di masyarakat.

Dalam diskusi itu, Antonius Benny Susetyo menjelaskan salah satu tujuan desa Pancasila adalah untuk mengembalikan kebudayaan dan kemandirian masyarakat.

Sekjen Pengurus Besar Akhairaat, Ridwan Yalidjama saat melakukan pertemuan dengan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo, M. Ridha Saleh dari Ruang Mediasi Indonesia dan Speaker, Penulis, Sekaligus Motivator Dedi Mahardi di Kantor Pusat Alkhairaat. Senin (10/2/2020). FOTO : IST

”Salah satu tujuan adanya Desa Pancasila ini adalah untuk mengembalikan lagi prinsip gotong royong, kemandirian masyarakat dan saling mengasihi satu sama lain. Selain itu, masyarakat juga bisa membuat lagi pusat – pusat kebudayaan sebagai kekuatan bangsa,” ujar Benny.

Selain itu, Benny menegaskan harus ada campur tangan pemerintah dalam menangani hal ini. Tentunya dengan tujuan agar lebih tertata dan terorganisir dengan baik.




‘’Dengan adanya campur tangan pemerintah dalam hal ini adalah BUMN, diharapkan dapat membina keterampilan masyarakat dengan layak dan hasilnya nanti bisa dirasakan secara nasional bahkan go internasional. Hal ini tentunya akan membuat kesejahteraan masyarakat juga semakin baik,” tegas Benny.

M. Ridha Saleh juga menjelaskan hal senada bahwa kementerian/lembaga terkait harus turun tangan dalam gerakan Desa Pancasila ini dan dalam hal ini Alkairaat seharusnya menjadi salah satu pioner di dalamnya.

‘’Gerakan Desa Pancasila ini harus ada perhatian khusus dari Kementerian/Lembaga terkait. Hal ini agar lebih terfokus dan tentunya dana dan sumber daya manusia yang tersedia dipergunaakan secara optimal,” tegas Ridha.




Hal lain diungkapkan Ridha Saleh, dengan adanya Desa Pancasila ini seharusnya bisa mengembalikan identitas bangsa. Selain itu, desa yang menjaga kearifan lokal dan toleransi dengan sesama adalah ciri dari nilai – nilai Pancasila yang terimplementasikan.

‘’Membumikan Pancasila sama dengan mengembalikan identitas bangsa. Dengan cara membumikan Pancasila langsung kepada masyarakat ini akan memperkuat kearifan lokal, keadilan, dan budaya. Semua ini bisa didorong dengan gerakan masyarakat Pancasila,” ujar Ridha.

Pembicara, Penulis, Sekaligus Motivator Dedi Mahardi juga menjelaskan perlunya gerakan Desa Pancasila ini. Hal ini disebabkan budaya dan agama seakan tergadaikan. Kepatuhan terhadap hukum dan kerukunan sudah memudar dan terjadi penyimpangan dimana-mana.

‘’Kondisi bangsa ini sekarang seakan budaya dan agama tergadai. Padahal budaya itu berada di atas adab dan etika. Keadaan sekarang kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan kerukunan sudah memudar bahkan penyimpangan dan intoleransi telah terjadi dimana-mana,”jelasnya.

Berdasarkan data yang dijabarkan oleh Sekjen PB Akhairaat Ridwan Yalidjama jumlah total siswa di Alkairaat mencapai lebih dari 120 ribu siswa dengan tenaga pengajar sekitar 9000 yang didominasi oleh guru honorer.

Selain itu, dalam penjelasaanya Ridwan Yalidjama menjelaskan bahwa Alkhairaat tidak akan terjerumus pada hal-hal berbau intoleransi dan radikal karena tidak sesaui dengan paham dan ajarannya.




‘’Alkhairaat tidak akan terjerumus pada hal-hal negatif, intoleransi, dan radikal. Karena toleransi dan kesatuan bangsa adalah hal utama. Toleransi itu sudah terjadi bahkan sebelum indonesia ada,” tegasnya.

Dalam penutupnya Ridwan Yalidjama menjelaskan bahwa pendiri Alkhairaat sangatlah cinta kepada bangsa Indonesia karena pernah dijanjikan kekuasaan oleh penjajah, tetapi tetap dia lantangkan kecintaannya terhadap Indonenesia “ Saya tetap merah putih, saya mau Soekarno,” tutupnya.***

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Kapolda Sulteng Bekali 185 Siswa Bintara Polri

Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Drs. Syafril Nursal, SH, MH memberikan pembekalan terhadap 185…