Arifuddin, Dosen FTIK Pertama Jadi Pembicara Internasional

4 min read
0
381

Keterangan Foto :

Saat tabligh akbar, Arifuddin duduk sederetan dengan Ust Abd Somad dan para narasumber serta pengasuh ponpes Darul Ijabah. FOTO : IST

KALSEL, SULTENGNEWS.com – Pertama kalinya, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, menjadi pembicara dalam seminar internasional yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darul Ijabah Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Kamis-Jumat (6-7/9).

Arifuddin M Arif yang merupakan dosen FTIK IAIN Palu itu menjadi salah satu dari 21 narasumber dari berbagai negara seperti Singapura, Thailand, Brunei Darusslam, Malaysia, dan Timor Leste yang dihadirkan dalam seminar internasional bertajuk Da’i Islam Moderat dan Perannya dalam Menciptakan Stabilitas Perdamaian Dunia.

Dalam paparannya, Arifuddin menyinggung terkait peran lembaga pendidikan Islam atau pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan serta mencetak sumber daya manusia unggulan yang berguna bagi bangsa, negara, dan agama.

“Pondok pesantren merupakan salah satu pilar penting mengokohkan ajaran Islam rahmatan  lilalamin dan tegaknya NKRI. Pesantren tidak bisa dinafikan peranannya dalam  perjuangan kemerdekaan RI beserta dalam membangun SDM bangsa. Begitu pula dalam bidang penyebaran dan pemahaman ajaran Islam melalui gerakan pendidikan dan dakwah,” sebut Arifuddin.

Akademisi IAIN Palu ini lebih lanjut mengatakan penyebaran dakwah Islam yang bermuara dari Pondok Pesantren tidak terlepas dari peran para ulama dan santrinya menampilkan karakteristik Islam yang inklusif (infitah), moderat (tawassuth), persamaan (musawah), dan seimbang (tawazun). Selain itu, pendidikan pesantren mempelajari dan mendalami ilmu pengetahaun agama (tafaqquh fiddien) yang kaffah berbasis kajian kitab turats dan mu’tabar. Diinternalisasikan nilai-nilai keutamaan dan cara hidup berinteraksi dengan berbagai ragam budaya, perbedaan mazhab dan pemikiran.

“Hal ini tentu menjadi modal kuat dan potensi dasar dalam menyiapkan Da’i yang berwawasan moderat,” ungkap pakar pendidikan Islam IAIN Palu ini.

Lebih lanjut, Arifuddin menjelaskan dengan trend globalisasi dan terjadinya revolusi teknologi komunikasi yang memberi dampak terhadap umat dewasa ini, seperti derasnya arus pemikiran liberal dan radikal serta berseliwarannya paham keagamaan yang menyimpang di dunia maya, mengharuskan pondok pesantren mengambil peran dan posisi penting dalam ruang dakwah cyber.

Secara personal harus melirik ruang dakwah virtual (Da’i) virtual dan secara kelembagaan harus membangun media dakwah (cyber media) yang dikelola secara profesional dengan tetap mengedepankan prinsip dakwah wasathiyah.

Dengan paradigma dakwah ini, menurut Arifuddin Arif, akan menjadi gerakan dakwah penyeimbang dan penyaring serta meng-counter pemahaman keagamaan menyimpang dan mendorong dinamika Islam, memperkokoh ketahanan nilai-nilai Islam wasathiyah.  Kegiatan yang berlangsung 2 hari itu, diakhiri dengan tabligh akbar yang disampaikan Ust Abdul Somad Lc MA. DUL

Load More Related Articles
Load More In Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Sambuat Tahun Baru Islam, TK Aisyiyah 1 Baolan Zikir Bersama

TOLITOLI, SULTENGNEWS.com – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Islam,…