Anies Baswedan: Alkhairaat Mata Air Cemerlang di Sulteng

3 min read
0
523

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan saat menyampaikan sambutan pada Haul ke 51 tahun, Sabtu (15/6/2019). FOTO : MAHFUL

PALU, SULTENGNEWS.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, mengibaratkan perguruan pendidikan Alkhairaat yang didirikan Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri atau guru tua bagaikan mata air cemerlang dari Sulawesi Tengah (Sulteng) yang mengalir hingga ke berbagai penjuru Indonesia.



“51 tahun yang lalu guru tua wafat, tapi hanya nyawanya dan badannya tidak lagi bersama kita, tetapi ilmunya, amalnya, dampaknya masih kita rasakan sampai saat ini. Alkhairaat bagaikan mata air cemerlang di sulteng yang mengalir hingga ke seluruh Indonesia,” ujar Anies Baswedan dalam sambutannya saat menghadiri Haul ke 51 tahun, Sabtu (15/6/2019).

Menurut Anies, guru tua meninggalkan murid – muridnya di setiap daerah, sama dengan meninggalkan mata air pahala disetiap tempat yang terus mengalir kepadanya hingga saat ini.

“Kita semua berharap dari haul seperti ini, bukan saja mengenang wafatnya guru tua, tapi juga mengambil hikmah dan pelajarannya. Ketika saya mengirimkan guru – guru ke luar daerah, luar biasa berat tantangannya. Lalu melihat apa yang dilakukan guru tau 100 tahun yang lalu, tentu sangat luar biasa beratnya,” kata orang nomor satu di DKI Jakarta itu.

Anies menambahkan, Alkhiraat jangan hanya dipandang sebagai warisan guru tua, tapi guru tua sendiri adalah alim ulama yang selalu memikirkan masa depan dengan membangun pendidikan Alkhairaat. Semasa hidupnya, guru tua berhasil membangun 600 lebih madrasa.



“Ketika kita bicara pendidikan, maka kita bicara masa depan, karena pendidikan bicara masa depan. Karena itu, Alkhairaat adalah titipan guru tua untuk mepersiapan generasi masa depan,” katanya.

Alkhairaat lanjut Anies, harus terus menjadi mata air kecemerlangan untuk generasi masa depan. Guru tua tidak kompromi soal aqidah, tapi guru tau mengambil siapa saja yang membawa ilmu pengetahuan untuk kemajuan masyarakat.

“Kelemahan umat Islam bukan mampu atau tidak mampu, tapi sering tidak membaca perkembangan zaman. Tapi guru tua membaca perkembangan zaman dan menyiapkan generasinya untuk bisa memainkan peran di zamannya,” kata Gubernur Anies. FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Tim Menkopolhukam Minta Segera Rampungkan Data Penerima Stimulan dan Lahan Huntap

Suasana rapat Tim Menkopolhukam yang dipimpin Kolonel Sutikno di Ruang Polibu Kantor Guber…