Angkutan Umum Protes Keberadaan Angkutan Online di Palu

4 min read
0
1,144

Keterangan Foto :

Seorang Sopir Angkutan Umum MMU Taxi saat keluar dari mobilnya untuk mengikuti Demonstrasi di gedung DPRD Sulteng, Senin (18/12/2017). FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.com –  Ratusan sopir angkutan umum yang tergabung dalam Front Komunitas Angkutan Umum (FKAU) Kota Palu, melakukan demonstrasi di DPRD Sulteng untuk memprotes keberadaan angkutan online di Kota Palu.

FKAU merupakan gabungan dari sopir argo meter dari Utama Taxi dan MMU Taxi, angkot, ojek dan angkutan bandara. Para sopir angkutan umum ini menilai, keberadaan angkutan online telah menambah penderitaan angkutan umum.

“Sehubungan dengan beroperasinya angkutan berbasis online, telah menambah penderitaan angkutan umum yang ada di wilayah Kota Palu, karena regulasi angkutan umum belum jelas,” ujar salah satu koordinator unjuk rasa, Astam dihadapan anggota DPRD Sulteng, Senin (18/12/2017).

Astam menilai, hingga saat ini penegakkan fungsi terminal terabaikan dengan tidak adanya penegakkan amanah Undang – Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan dari dinas terkait.

“Karena itu, saya mengajak semua angkuta umum dari Argo Meter, Angkot, Ojek dan taksi bandara untuk menolak keberadaan angkutan berbasis online karena belum ada regulasi yang jelas angkutan jalan di daerah ini,” katanya.

Setelah beberapa saat melakukan orasi, akhirnya beberapa perwakilan massa aksi diterima Wakil Ketua DPRD Sulteng Akram dan dua anggota DPRD lainnya Sony Tandra dan Huisman Brant Toripalu.

Suasana pertemuan para perwakilan demonstran dari para sopir angkutan umum dengan Wakil Ketua DPRD Sulteng Akram bersama anggota DPRD lainnya di ruang VIP B Gedung DPRD Sulteng, Senin (18/12/2018). FOTO : MAHFUL/SN

Dalam pertemuan itu akhirnya disepekati bahwa DPRD Sulteng akan mengundang beberapa instansi terkait untuk membicarakan tuntutan para pengunjuk rasa. Beberapa instansi yang akan diundang diantaranya Dinas Perhubungan Sulteng dan Dinas Perhubungan Kota Palu, Polda Sulteng, Polres Palu, DPD Organda Sulteng dan DPRD Kota Palu.

“Hari ini akan kita buat undangannya dulu, setelah itu kita kirim ke semua instansi terkait yang telah kita sepakati. Namun waktu hearing-nya antara hari Rabu atau Jumat minggu ini,” kata Akram yang memimpin pertemuan dengan para perwakilan demonstran.

Setelah mendengar keputusan itu, para perwakilan pengunjuk rasa lalu menemui rekan – rekannya yang berada di depan gedung DPRD Sulteng untuk menyampaikan hasilnya. Setelah itu, ratusan sopir angkutan umum itu membubarkan diri secara tertib. FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Asal Usul Nama Rusdy Mastura

Sore itu di tepian Pantai Kayamanya, Kabupaten Poso. Pria berkulit gelap dengan senyum yan…