2017, Sebanyak 296 Pasutri di Tolitoli Bercerai

1 min read
0
398

KET FOTO : ILUSTRASI

TOLITOLI,SULTENGNEWS.com – Sepenjang tahun 2017, sebanyak 296 pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Tolitoli berakhir dengan perceraian. Sementara tahun 2006, kurang lebih 300 pasutri yang bercerai.

Demikian keterangan Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Tolitoli, Abdul Hamid Sanuding saat berbincang dengan sultengnews.com di ruang kerjanya, Jumat (11/12/2017) lalu.

Dikatakan, tingginya angka perceraian tahun 2017 didominasi akibat adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta motif ekonomi dan adanya pihak ketiga dalam rumah tangga karena pergaualan bebas.

“Latar belakang terjadinya perceraian, dikarenakan tingginya KDRT berbarengan dengan motif ekonomi sampai hadirnya pihak ketiga dalam rumah tangga seperti suami yang ingin menikah lagi,” jelasnya.

Dia mengatakan, umur para pasangan yang ingin bercerai rata-rata di atas umur 30 tahun bahkan sampai ada yang berumur 50 tahun dan ada juga yang berumur 20 tahun, tetapi tidak begitu banyak. Sedangkan untuk wilayah di kabupaten Tolitoli, yang menyumbangkan angka perceraian tertinggi berasal dari Kecamatan Dampal Selatan disusul Kecamatan Baolan dan Kecamatan Galang. PND

Load More Related Articles
Load More In Hukum & Kriminal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

BNN Kota Palu Terget Pengedar Shabu – Shabu di Wilayah Tavanjuka-Tatanga

PALU,Sultengnews.com– Pacsa diamankanya ketiga orang yang diduga sebagai pelaku peny…