119 KPPS, 33 Panwaslu dan 15 Polisi Meninggal Saat Bertugas

4 min read
0
241

JAKARTA, SULTENGNEWS.com –  Hingga Selasa (23/4/2019) data para pejuang demokrasi yang meninggal saat bertugas pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019, mencapai ratusan orang dengan rincian 119 petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), 33 Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan 15 orang personil kepolisiaan.

“Datanya bertambah, 119 meninggal dunia, 548 sakit tersebar di 25 provinsi,” ujar Komisioner KPU, Viryan Aziz di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat sebagaimana yang dilansir situs detik.com, Selasa (23/4/2019).

Viryan mengatakan, total petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit sejumlah 667 orang. Dia menyebut data ini berdasarkan update terbaru hari selasa hingga pukul 16.30 WIB. 

“Berdasarkan data yang kami himpun hingga pukul 16.30 WIB, petugas kami yang mengalami kedukaan ada 667 orang,” ujar Viryan.

Jumlah anggota KPPS meninggal dunia ini bertambah sebanyak 28 orang. Sedangkan jumlah anggota KPPS sakit bertambah sebanyak 174 orang sejak pendataan pada Senin (22/4/2019) petang. Diketahui, sebelumnya tercatat 91 orang meninggal dunia dan 374 orang sakit. Mereka tersebar di 19 provinsi. KPU akan bertemu dengan Kemenkeu membahas soal santunan untuk korban.

“KPU sudah membahas secara internal terkait dengan santunan yang akan diberikan kepada penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah. Dengan memperhitungkan berbagai macam regulasi asuransi BPJS, kemudian masukan-masukan dan catatan yang selama ini diberlakukan. Karena kami besok merencanakan akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan,” kata Ketua KPU Arief Budiman, Senin (22/4/2019).

Sementara Bawaslu RI merilis jumlah anggotanya yang meninggal sebanyak 33 orang berdasarkan update terakhir pada Selasa (23/4/2019).

“Yang bisa saya pastikan adalah hasil dari Bawaslu, saya sampaikan ke teman-teman beberapa anggota dari Bawaslu ada 33 meninggal, ada juga beberapa yang sakit dan ada yang kecelakaan dalam pelaksanaan tugas,” kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat sebagaimana yang dilansir situs detik.com, Selasa (23/4/2019).

Fritz mengatakan, Bawaslu akan memberikan santunan kepada anggota panwas yang gugur saat bertugas. Namun terkait jumlah santunan, Fritz menyebut masih dalam pembahasan.

“Tetkait yang meninggal, kami dari Bawaslu akan memberikan santunan. Tapi mengenai jumlahnya kami belum bisa memastikan. Karena nanti akan masih kita diskusikan,” tutur Fritz.

“Itu nanti akan komunikasikan dengan Kementerian Keuangan,” imbuhnya. Fritz mengatakan KPU dan Bawaslu berusaha melakukan antisipasi dengan memprediksi proses pemilu di TPS.

“Saya rasa KPU dan Bawaslu berusaha untuk memprediksi sedetail mungkin bagaimana di proses yang terjadi di TPS,” ucap Fritz.

Sementara dari pihak kepolisian, jumlah anggota yang meninggal saat bertugas yakni sebanyak 15 orang.

“Update terakhir, jumlah anggota yang meninggal sebanyak 15 orang,” kata Karo Penmas Devisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Jakarta, Selasa (23/4/2019). FUL

Load More Related Articles
Load More In Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Dukung Ahmad. M Ali Maju Gubernur, Ketua DPC Gerindra Touna Mengundurkan Diri

Ketua DPC Partai Gerindra Touna, Samsurijal Labadjo (Tengah Baju Putih) saat rapat bersama…